Liga Indonesia - Ribuan Aremania melakukan aksi turun ke jalan, Minggu (26/5/2015) siang. Mereka berkumpul di berbagai jalan di Malang untuk melakukan sepakbola jalanan sebagai bentuk protes terhadap keputusan Menpora, Imam Nahrawi.
Sudah tiga hari terakhir Aremania turun ke jalan dan jumlahnya menjadi berlipat dibanding sebelumnya. Jika pada Sabtu 25 April 2015 protes dalam bentuk sepakbola jalanan digelar di depan Stadiun Kota Baru, Malang, hari ini meluas ke segala penjuru.
Tidak hanya di Malang, tapi juga di beberapa wilayah seperti Kepanjen, Lawang, hingga Kota Batu. Aremania berjanji tidak akan menghentikan aksi ini hingga Menpora mencabut keputusannya menghentikan QNB League 2015 sekaligus mengakui eksistensi Arema Cronus.
Aremania menilai Menpora dan BOPI menyinggung harga diri fans Arema serta warga Malang. "Di Malang, Arema bukan sekadar klub sepakbola. Arema adalah identitas dan harga diri bagi semua warga Malang. Kami jelas sangat tersinggung dengan keputusan Menpora dan BOPI," ungkap Yuli Sumpil, pegiat Aremania.
Yuli memastikan aksi akan terus berjalan hingga Menpora mengubah keputusannya. "Bisa dilihat sendiri bagaimana kekuatan Aremania. Mereka rela turun ke jalan dan meninggalkan aktivitas untuk memperjuangkan harga dirinya," imbuhnya.

No comments:
Post a Comment